Selasa, 28 Februari 2012

Menyenangi Perpustakaan

MENYENANGI PERPUSTAKAAN 
Oleh: Drs Nurhasyim, MM 
(Widyaiswara Madya Kantor Diklat Kab. Banyumas) 
Diterbitkan tanggal 28 Februari 2012 di www.diklatbanyumas.net 

Budaya masyarakat sejak  lama tertanam hingga membentuk sebuah dunia baca  yang melandasi semua upaya manusia memperluas ilmu pengetahuan. Artinya, buku yang berisi teks-teks ini menjadi rujukan utama para pecinta ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pengetahuannya dan sekaligus menuangkannya. Seolah-olah tidak ada pilihan lain yang bisa menstimulasi perubahan kecuali tulisan. Beberapa dasawarsa terakhir ini dunia teks mendapat tantangan dari temuan temuan teknologi baru. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) perpustakaan pun dituntut untuk mampu beradaptasi dengan hal tersebut. Perpustakaan pada era ini benar-benar dipilih sebagai salah satu pelaku perubahan (agent of change). Dikatakan demikian karena perpustakaan merupakan tempat dimana berbagai informasi tersimpan di dalamnya dan di sini pula sesungguhnya embrio intelektual diciptakan. Perkembangannya berbondong-bondong perpustakaan di berbagai belahan bumi ini mengemas ulang maupun mengembangkan koleksinya dalam bentuk digital.

Permasalahan yang timbul apakah dengan hal tersebut perpustakaan harus mengemas koleksi maupun sistem yang lebih baik? atau, apakah perpustakaan akan mengarah pada layanan digital sebagai media informasi yang dimilikinya?

Sejenak kita tengok fungsi perpustakaan yang sejak lama dijadikan dasar gerak perkembangan perpustakaan. Sulistyo-Basuki (1991) memberikan gambaran fungsi perpustakaan dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai berikut:

Drs. Nurhasyim, MM
1. Fungsi Simpan Karya, 
yaitu fungsi perpustakaan untuk menyimpan buah karya masyarakat. Bentuk karya yang disimpan adalah yang berkaitan dengan buku, majalah, surat kabar, atau informasi terekam lainnya. Perpustakaan berfungsi sebagai "arsip umum" bagi produk masyarakat berupa buku dalam arti luas. Namun kini perpustakaan tidak hanya untuk media simpan saja, melainkan media penyimpan dan penyaji suatu karya yang dikelola kepada masyarakat pemustaka. 

2. Fungsi Informasi, 
yaitu fungsi perpustakaan yang memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada pemustaka tentang sesuatu hal yang diperlukan. Kini perpustakaan menjadi fungsi pusat sumber daya informasi. Pada fungsi ini pemustaka tidak lagi hanya sebagai pengakses informasi, melainkan mampu menghasilkan informasi baru dari informasi yang telah didapatkannya dari perpustakaan.

3. Fungsi Pendidikan, 
Yaitu fungsi perpustakaan yang menunjang sistem pembelajaran yang dicanangkan oleh pemerintah. Sejalan dengan perkembang ilmu pengetahuan, perpustakaan sudah saatnya menjadi pusat sumber belajar, dan penelitian masyarakat, artinya bahwa fungsi perpustakaan bukan semata sebagai pendukung kurikulum pendidikan, tetapi lebih dari itu menjadi tempat belajar dan penelitian bagi masyarakat. Pasal 2 UU No.43 Tahun 2007 menyebutkan bahwa perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat. Dalam ayat lain pun dijelaskan bahwa perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

4. Fungsi Rekreasi, 
Fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi bagi pemustakanya dengan memberikan fasilitas yang baik dan bacaan yang sifatnya menghibur. Tetapi sekarang penekanannya bukan hanya rekreasinya, melainkan rekreasi, yaitu fungsi perpustakaan sebagai tempat yang nyaman dan menyajikan informasi-informasi yang sifatnya menyenangkan, serta sebagai tempat yang menghasilkan kreasi (karya) baru yang berpijak dari karya-karya orang lain yang telah dipublikasikan.

5. Fungsi Kultural, 
Yaitu fungsi perpustakaan sebagai media dalam rangka melestarikan kebudayaan bangsa. Pola pikir ini kemudan berkembang ke arah mengembangkan kebudayaan, yaitu fungsi perpustakaan sebagai tempat mengembangkan kebudayaan thorship Publicationan melalui penanaman ni-lai-nilai kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatannya, seperti: pemutaran film dokumenter, belajar menari, les bahasa, story telling, dan lain-lain.

Melihat dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Perpustakaan memiliki nilai yang strategis dalam mencerdaskan masyarakat, karena mempunya bermacam-macam fungsi yang dapat didapat seperti, tempat menyimpan karya tulis dari hasil budaya bangsa, fungsi pendidikan, fungsi rekreasi, fungsi informasi dan fungsi kultural.

DAFTAR PUSTAKA
  • Basuki, Sulistiyo, 1993 Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama
  • Daryanto, 1986, Pengetahuan Praktis bagi Pustakawan, Bandung. Bina Cipte
  • Kemp, J E & Dayton , DK (1985) Planning and Producing Intructional Media : Ner York, Harpen & RowPublisher. Inc

1 komentar:

Diklat Banyumas mengatakan...

Selamat kepada Bpk Drs. Nurhasyim, MM, atas penulisan artikelnya. Ditunggu artikel-artikel yang lain. Sukses selalu..

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons